Wednesday, November 1, 2017
Saturday, November 12, 2016
Cara Genius Meraup US$ DOLLAR dari Whaff Locker
Setelah sukses dengan aplikasi Whaff
Rewards, kini hadir aplikasi penghasil dollar lainnya bernama Whaff
Locker. Ini menjadi kabar gembira bagi para pemburu dolar. Apalagi orang
sudah lebih dulu kepincut dengan Whaff Rewards yang terbukti mampu
mendulang dolar dalam jumlah lumayan. Sebagai adik, Whaff Locker
diharapkan mampu mencatatkan kesuksesan yang sama.
Whaff Locker baru diluncurkan pada 12 April 2016. Tapi jangan salah, Google PlayStore mencatat bahwa pengunduh aplikasi ini sudah lebih dari 5.000 orang hanya dalam waktu dua pekan. Artinya, peminat aplikasi ini sangat besar. Tentu saja, alasan orang download Whaff Locker karena iming-iming penghasilan dollar yang dijanjikan.
Bagi orang yang sudah menggunakan Whaff Rewards sebelumnya tentu sudah mengenal betul reputasi pengembang aplikasi ini. Whaff Rewards terbukti telah membayar ribuan dolar ke para penggunanya di seluruh dunia. Indonesia menjadi salah satu penyumbang user terbanyak bagi Whaff Rewards. Cukup seimbang, karena dari segi penghasilan, user Whaff Rewards dari Indonesia juga meraih penghasilan terbesar. Tentu kita tahu, peringkat pertama penghasilan Whaff Rewards diraih oleh Bagas Pramudita yang sudah menghasilkan lebih dari Rp 300 juta dari aplikasi ini.
Soal reputasi, pengembang aplikasi dari Korea Selatan ini sangat terpercaya. Saya sendiri, sudah mencicipi manisnya dolar dari Whaff Rewards selama setengah tahun terakhir. Pertanyaannya? Apakah Whaff Locker mampu memberikan penghasilan yang besar seperti Whaff Rewards?
Saya sudah menjajal aplikasi ini selama beberapa hari. Kesimpulan saya, aplikasi Whaff Locker memberikan peluang pendapatan yang besar pula. Dengan sistem kerja yang sedikit berbeda dengan Whaff Rewards, aplikasi ini juga memudahkan user mendapatkan dolar secara pasif. Artinya, asal aplikasi terpasang pendapatan akan tetap mengalir. Meskipun, tentu akan jauh lebih besar potensi penghasilannya jika user melakukan tugas-tugas lain juga di Whaff Locker.
Whaff Locker baru diluncurkan pada 12 April 2016. Tapi jangan salah, Google PlayStore mencatat bahwa pengunduh aplikasi ini sudah lebih dari 5.000 orang hanya dalam waktu dua pekan. Artinya, peminat aplikasi ini sangat besar. Tentu saja, alasan orang download Whaff Locker karena iming-iming penghasilan dollar yang dijanjikan.
Bagi orang yang sudah menggunakan Whaff Rewards sebelumnya tentu sudah mengenal betul reputasi pengembang aplikasi ini. Whaff Rewards terbukti telah membayar ribuan dolar ke para penggunanya di seluruh dunia. Indonesia menjadi salah satu penyumbang user terbanyak bagi Whaff Rewards. Cukup seimbang, karena dari segi penghasilan, user Whaff Rewards dari Indonesia juga meraih penghasilan terbesar. Tentu kita tahu, peringkat pertama penghasilan Whaff Rewards diraih oleh Bagas Pramudita yang sudah menghasilkan lebih dari Rp 300 juta dari aplikasi ini.
Soal reputasi, pengembang aplikasi dari Korea Selatan ini sangat terpercaya. Saya sendiri, sudah mencicipi manisnya dolar dari Whaff Rewards selama setengah tahun terakhir. Pertanyaannya? Apakah Whaff Locker mampu memberikan penghasilan yang besar seperti Whaff Rewards?
Saya sudah menjajal aplikasi ini selama beberapa hari. Kesimpulan saya, aplikasi Whaff Locker memberikan peluang pendapatan yang besar pula. Dengan sistem kerja yang sedikit berbeda dengan Whaff Rewards, aplikasi ini juga memudahkan user mendapatkan dolar secara pasif. Artinya, asal aplikasi terpasang pendapatan akan tetap mengalir. Meskipun, tentu akan jauh lebih besar potensi penghasilannya jika user melakukan tugas-tugas lain juga di Whaff Locker.
Cara Daftar Whaff Locker
Seperti sudah dijelaskan di atas, bahwa Whaff Locker merupakan program lanjutan dari aplikasi penghasil uang yang sudah eksis lebih dulu yakni Whaff Rewards. Jadi reputasinya tidak perlu diragukan, tak akan rugi Anda download dan instal aplikasinya. Oya, aplikasi ini hanya tersedia di ponsel android ya. Jadi tak usah mencari di Iphone.
Berikut ini, langkah-langkah mendaftar Whaff Locker:
1. Pertama sekali catat kode yang akan dipergunakan untuk registrasi yakni ET47243. Selanjutnya masuk ke PlayStore atau download di sini: DOWNLOAD DAN INSTAL WHAFF LOCKER.
2. Login ke Whaff Locker dengan menggunakan akun Facebook yang kamu miliki.
3. Selanjutnya kamu harus memasukkan kode undangan atau invitation code agar mendapatkan bonus pertama senilai US$ 0,30. Pastikan kode undangan ET47243 sudah dicatat. Caranya, masuk ke menu Undang Teman.
Selanjutnya akan muncul kolom yang harus diisi. Pada kolom paling atas masukan kode undangan yang tadi: ET47243. Lalu masukkan kode capcha yang muncul pada gambar teks. Terakhir klik atau sentuh tulisan Terima Imbalan % Bersama Teman. Jika ada permintaan kode capcha lagi, segera masukkan lagi kode captcha baru yang muncul pada gambar teks, ingat kode capcha ini berbeda dengan kode sebelumnya.
Jika sudah berhasil, Masukan Kode Rewards berikut : ET47243 dan kamu akan langsung mendapatkan cash point sebesar US$ 0,30 plus DailyPlay US$ 0,02/hari dan DailyRewards US$ 0,01/hari.
Seperti sudah dijelaskan di atas, bahwa Whaff Locker merupakan program lanjutan dari aplikasi penghasil uang yang sudah eksis lebih dulu yakni Whaff Rewards. Jadi reputasinya tidak perlu diragukan, tak akan rugi Anda download dan instal aplikasinya. Oya, aplikasi ini hanya tersedia di ponsel android ya. Jadi tak usah mencari di Iphone.
Berikut ini, langkah-langkah mendaftar Whaff Locker:
1. Pertama sekali catat kode yang akan dipergunakan untuk registrasi yakni ET47243. Selanjutnya masuk ke PlayStore atau download di sini: DOWNLOAD DAN INSTAL WHAFF LOCKER.
2. Login ke Whaff Locker dengan menggunakan akun Facebook yang kamu miliki.
3. Selanjutnya kamu harus memasukkan kode undangan atau invitation code agar mendapatkan bonus pertama senilai US$ 0,30. Pastikan kode undangan ET47243 sudah dicatat. Caranya, masuk ke menu Undang Teman.
Selanjutnya akan muncul kolom yang harus diisi. Pada kolom paling atas masukan kode undangan yang tadi: ET47243. Lalu masukkan kode capcha yang muncul pada gambar teks. Terakhir klik atau sentuh tulisan Terima Imbalan % Bersama Teman. Jika ada permintaan kode capcha lagi, segera masukkan lagi kode captcha baru yang muncul pada gambar teks, ingat kode capcha ini berbeda dengan kode sebelumnya.
Jika sudah berhasil, Masukan Kode Rewards berikut : ET47243 dan kamu akan langsung mendapatkan cash point sebesar US$ 0,30 plus DailyPlay US$ 0,02/hari dan DailyRewards US$ 0,01/hari.
Wednesday, August 1, 2012
Contoh Tumbuhan Monokotil dab Dikotil Beserta Nama Latinnya
Contoh Tumbuhan Monokotil dab Dikotil Beserta Nama Latinnya
Macam Macam Tumbuhan Monokotil
Berikut ini beberapa nama tumbuhan
monokotil beserta nama latinnnya :
1. Sawit (Elais Guinensis)
2. Kelapa (Cocos nucifera)
3. Ketimunan (Timonius sericcus)
4. Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
5. Pisang (Musa paradisiaca)
6. Vanili (Vannili planifolia)
7. Bawang merah (Allium ascolonicum)
8. Srikaya (Annona squamosa)
9. Salak (Salacca edulis)
10. Enau (Arenga pinnata)
11. Bunga Matahari (Helianthus annus)
12. Hangkang (Palaquium leiocarpum)
13. Kemenyan (Styra sp)
14. Ketimunan (Timonius sericcus)
15. Salak (Salacca edulis)
16. Sawo (Manilkara kauki)
17. Enau (Arenga pinnata)
18. Mengkudu (Morinda citrifolia
19. Malaka (Phylantus emblica)
20. Strwaberry (Fragaria daltoniana)
21. Anggur (Vitis vinivera)
22. Bacang (Magnifera foetida)
23. Nanas (Ananas comocus)
24. Kurma (Phoenix dactylifera)
25. Salak (Salacca zalacca)
26. Persik (Prunus persica)
27. Siwalan (Borassus sp)
28. Kedondong (Spondias dulcis)
29. Melon (Cucumis melo)
30. Kiwi (Actinidia deliciosa)
31. Buah Naga (Hylocereus undatus)
32. Blueberry (Vaccinium corymbosum)
33. Ceremai (Phyllanthus acidus)
Berikut ini beberapa nama tumbuhan
monokotil beserta nama latinnnya :
1. Sawit (Elais Guinensis)
2. Kelapa (Cocos nucifera)
3. Ketimunan (Timonius sericcus)
4. Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
5. Pisang (Musa paradisiaca)
6. Vanili (Vannili planifolia)
7. Bawang merah (Allium ascolonicum)
8. Srikaya (Annona squamosa)
9. Salak (Salacca edulis)
10. Enau (Arenga pinnata)
11. Bunga Matahari (Helianthus annus)
12. Hangkang (Palaquium leiocarpum)
13. Kemenyan (Styra sp)
14. Ketimunan (Timonius sericcus)
15. Salak (Salacca edulis)
16. Sawo (Manilkara kauki)
17. Enau (Arenga pinnata)
18. Mengkudu (Morinda citrifolia
19. Malaka (Phylantus emblica)
20. Strwaberry (Fragaria daltoniana)
21. Anggur (Vitis vinivera)
22. Bacang (Magnifera foetida)
23. Nanas (Ananas comocus)
24. Kurma (Phoenix dactylifera)
25. Salak (Salacca zalacca)
26. Persik (Prunus persica)
27. Siwalan (Borassus sp)
28. Kedondong (Spondias dulcis)
29. Melon (Cucumis melo)
30. Kiwi (Actinidia deliciosa)
31. Buah Naga (Hylocereus undatus)
32. Blueberry (Vaccinium corymbosum)
33. Ceremai (Phyllanthus acidus)
Macam Macam Tumbuhan Dikotil
Berikut ini beberapa nama tumbuhan
Dikotil beserta nama latinnnya :
Berikut ini beberapa nama tumbuhan
Dikotil beserta nama latinnnya :
1. putri malu -- Mimosa pudica
2. kembang sepatu -- Hibiscus rosa-sinensis
3. durian -- Durio zibberthinus
4. ketela pohon -- Monihot utilisima
5. kamboja -- Plameria acuminata
6. kacang hijau -- Phaseolus radiatus
7. karet -- Ficus elastica
8. jati -- Tectona grandis
9. akasia -- Accacia farnesiana
10. flamboyan -- Delonix regia
11. jambu batu -- Psidium guajava
2. kembang sepatu -- Hibiscus rosa-sinensis
3. durian -- Durio zibberthinus
4. ketela pohon -- Monihot utilisima
5. kamboja -- Plameria acuminata
6. kacang hijau -- Phaseolus radiatus
7. karet -- Ficus elastica
8. jati -- Tectona grandis
9. akasia -- Accacia farnesiana
10. flamboyan -- Delonix regia
11. jambu batu -- Psidium guajava
SUMBER : Biologi SMA/MA Kelas X Grafindo
Friday, July 6, 2012
SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DAN HEWAN II
A. Sistem Pernapasan Manusia
DOWNLOAD ARTIKEL DI ATAS
PDF or DOC
Email : Biopedia@yahoo.com or Dhika.ubt@gmail.com
1. Organ-organ Pernapasan Manusia
a) Hidung
Hidung
berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Hidung terdiri atas
lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung
memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu
lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa. Di
dalam rongga hidung, udara disaring oleh rambutrambut kecil (silia) dan
selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu, melekatkan kotoran
pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, maupun menyelidiki
adanya bau. Pada pangkal rongga mulut yang berhubungan dengan rongga
hidung terdapat suatu katup yang disebut anak tekak.
b) Faring
Faring
merupakan persimpangan jalan masuk udara dan makanan. Faring merupakan
persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dengan hidung ke
tenggorokan.
c) Laring
Laring
disebut juga pangkal tenggorok atau kotak suara. Laring terdiri atas
tulang rawan yang membentuk jakun. Jakun tersusun atas tulang lidah,
katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan, dan
gelang tulang rawan.
d) Trakea
Trakea
tersusun atas enam belas sampai dua puluh cincin-cincin tulang rawan
yang berbentuk C. Cincin-cincin tulang rawan ini di bagian belakangnya
tidak tersambung yaitu di tempat trakea menempel pada esofagus.
e) Bronkus
Bronkus
merupakan cabang batang tenggorokan yang jumlahnya sepasang, yang satu
menuju ke paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju ke paru-paru kiri.
Tempat percabangan ini disebut bifurkase. Bronkus mempunyai struktur
serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama.
f) Bronkiolus
Bronkiolus
merupakan cabang dari bronkus, dindingnya lebih tipis dan salurannya
lebih kecil. Semakin kecil salurannya, semakin berkurang tulang
rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa dengan lapisan silia.
Setiap bronkiolus terminal (terakhir) bermuara ke dalam seberkas
kantung-kantung kecil mirip anggur yang disebut alveolus.
g) Alveolus
Alveolus
merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa
gelembung-gelembung udara. Dindingnya tipis, lembap, dan berlekatan
erat dengan kapiler-kapiler darah. Alveolus terdiri atas satu lapis sel
epitelium pipih dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan
udara.
h) Paru-paru
Paru-paru
ada dua dan merupakan alat pernapasan utama. Paru-paru terletak dalam
rongga dada. Letaknya di sebelah kanan dan kiri serta di tengahnya
dipisahkan oleh jantung. Jaringan paru-paru mempunyai sifat elastik,
berpori, dan seperti spon.
2. Mekanisme Pertukaran Gas O2 dan CO2
Bernapas merupakan kegiatan mengambil dan mengeluarkan udara pernapasan melalui paru-paru. Arti yang lebih khusus yaitu pertukaran gas yang terjadi di dalam sel dengan ”lingkungannya”. Pada pernapasan langsung, pengambilan udara pernapasan dilakukan secara langsung oleh permukaan tubuh dan pada pernapasan tidak langsung melalui saluran pernapasan. Manusia bernapas secara tidak langsung, artinya udara pernapasan tidak berdifusi langsung melalui seluruh permukaan kulit. Selaput tipis tempat berlangsungnya difusi gas tersebut terlindung di bagian dalam tubuh, berupa gelembung paru-paru (alveolus). Pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu pernapasan luar (eksternal) dan pernapasan dalam (internal).
a. Pernapasan Luar (Eksternal)
Pernapasan
luar merupakan pertukaran gas di dalam paru-paru. Oleh karena itu,
berlangsung difusi gas dari luar masuk ke dalam aliran darah. Dengan
kata lain, pernapasan luar merupakan pertukaran gas (O2 dan CO2) antara
udara dan darah.
b. Pernapsan Dalam (Internal)
Pada
pernapasan dalam (pertukaran gas di dalam jaringan tubuh) darah masuk
ke dalam jaringan tubuh, oksigen meninggalkan hemoglobin dan berdifusi
masuk ke dalam cairan jaringan tubuh. Reaksinya sebagai berikut.
HbO2 è Hb + O2
3. Mekanisme Pernapasan
a) Pernapasan dada
Otot yang berperan aktif dalam pernapasan dada adalah otot antartulang rusuk (interkostal).
b) Pernapasan Perut
Pada pernapasan perut, otot yang berperan aktif yaitu otot diafragma dan otot dinding rongga perut.
4. Gangguan pada Sistem Pernapasan
Gangguan pada sistem pernapasan biasanya disebabkan oleh kelainan dan penyakit yang menyerang alat-alat pernapasan. Beberapa jenis kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan sebagai berikut :
a. Asfiksi,
yaitu kelainan atau gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan
atau gangguan penggunaan oksigen oleh jaringan. Penyebabnya dapat
terletak di paru-paru, di pembuluh darah, atau dalam jaringan tubuh.
Misalnya: seseorang yang tenggelam, alveolusnya terisi air; orang yang
menderita pneumonia, alveolusnya terisi cairan limfa; serta orang yang
keracunan karbon monoksida dan asam sianida, Hb-nya tercemar oleh zat
racun tersebut. Keracunan karbon monoksida dan asam sianida terjadi
karena kedua zat ini memiliki afinitas terhadap hemoglobin lebih besar
daripada oksigen.
b. Penyempitan
atau penyumbatan saluran napas, dapat disebabkan oleh pembengkakan
kelenjar limfa, misalnya polip (di hidung) dan amandel (di tekak), yang
menyebabkan penyempitan saluran pernapasan sehingga menimbulkan kesan
wajah bodoh dan sering disebut wajah adenoid. Penyempitan ini dapat
pula terjadi karena saluran pernapasannya yang menyempit akibat alergi,
misalnya pada asma bronkiale.
c. Anthrakosis,
yaitu kelainan pada alat pernapasan yang disebabkan oleh masuknya debu
tambang. Jika yang masuk debu silikat, disebut silicosis.
d. Bronkitis, terjadi karena peradangan bronkus.
e. Pleuritis,
yaitu peradangan selaput (pleura) karena pleura mengalami penambahan
cairan intrapleura, akibatnya timbul rasa nyeri saat bernapas.
f. Tuberkulosis
(TBC), yaitu penyakit paru-paru karena Mycobacterium tuberculosis,
tandanya terbentuk bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.
g. Pneumonia atau logensteking, yaitu penyakit radang paruparu yang disebabkan Diplococcus pneumoniae.
h. Penyakit
diphteri, misalnya diphteri tekak, tenggorokan, dan diphteri hidung.
Penyakit ini biasa menyerang saluran pernapasan anak bagian atas. Kuman
penyebabnya Corynebacterium diphteriae. Kuman diphteri tersebut
mengeluarkan racun dan bila racun ini beredar bersama darah, akan
merusak selaput jantung.
i. Faringitis, yaitu infeksi pada faring oleh bakteri dan virus. Gejalanya adalah kerongkongan terasa nyeri saat menelan.
j. Tonsilitis,
yaitu radang karena infeksi oleh bakteri tertentu pada tonsil.
Gejalanya yaitu tenggorokan sakit, sulit menelan, suhu tubuh naik,
demam, dan otot-otot terasa sakit.
k. Kanker
paru-paru, biasa diderita oleh perokok. Kanker ini disebabkan oleh
adanya tumor ganas yang terbentuk di dalam epitel bronkiolus.
l. Asma,
yaitu gangguan pada rongga saluran pernapasan yang diakibatkan oleh
berkontraksinya otot polos pada trakea. Hal ini akan mengakibatkan
penderita sukar bernapas.
B. Sistem Pernapasan pada Hewan
1. Pernapasan pada Hewan Invertebrata
a. Porifera
Porifera bernapas dengan cara memasukkan air melalui pori-pori (ostium) yang terdapat pada seluruh permukaan tubuhnya, masuk ke dalam rongga spongocoel. Proses pernapasan selanjutnya dilakukan oleh sel leher (koanosit), yaitu sel yang berbatasan langsung dengan rongga spongocoel.
b. Vermes (Cacing)
Sebagian
besar Vermes bernapas menggunakan permukaan tubuhnya, misalnya anggota
filum Platyhelminthes yaitu Planaria dan anggota filum Annelida yaitu
cacing tanah (Pheretima sp.).
c. Mollusca
Hewan
bertubuh lunak (Mollusca) yang hidup di air, seperti siput, cumi-cumi,
dan kerang (Bivalvia) bernapas menggunakan insang. Aliran air masuk ke
dalam insang dan terjadi pertukaran udara dalam lamela insang. Mollusca
yang hidup di darat, seperti siput darat (bekicot) bernapas menggunakan
paru-paru.
d. Arthropoda
1) Insecta
Insecta
bernapas menggunakan sistem trakea. Sistem trakea pada serangga,
misalnya belalang terdiri atas spirakel, saluran (pembuluh trakea), dan
trakeolus. Spirakel atau stigma merupakan jalan keluar masuknya udara
dari dan ke dalam sistem trakea, terdapat di kerangka luar
(eksoskeleton), berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin,
terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh, dan merupakan tempat
bermuaranya pembuluh trakea.
2) Arthropoda Lain
Laba-laba
(Arachnida) dan kalajengking (Scorpionida) bernapas dengan paru-paru
buku. Paru-paru buku ini merupakan invaginasi (pelekukan ke dalam)
abdomen. Paru-paru buku memiliki banyak lamela seperti halaman buku
yang dipisahkan oleh batang-batang sehingga udara dapat bergerak bebas.
Udara dari luar, masuk melalui spirakel secara difusi.
2. Pernapasan Pada Hewan Vertebrata
a) Pisces
Ikan bernapas menggunakan insang. Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedang bagian dalam berhubungan erat dengan kapilerkapiler darah.
b) Amphibia
Katak muda (berudu) menggunakan insang untuk mengambil O2 yang terlarut dalam air. Setelah berumur lebih kurang 12 hari, insang luar diganti dengan insang dalam. Setelah dewasa, katak bernapas menggunakan selaput rongga mulut, paru-paru, dan kulit. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu.
c) Reptilia
Paru-paru
Reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk.
Paruparu Reptilia hanya terdiri dari beberapa lipatan dinding yang
berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas.
d) Aves
Pada
burung, tempat berdifusinya udara pernapasan terjadi di paru-paru.
Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang
dilindungi oleh tulang rusuk. Jalur pernapasan (masuknya udara ke dalam
tubuh) pada burung berturut-turut sebagai berikut.
1) Dua pasang lubang hidung yang terdapat pada pangkal paruh sebelah atas dan pada langit-langit rongga mulut.
2) Celah tekak yang terdapat pada dasar hulu kerongkongan atau faring yang menghubungkan rongga mulut dengan trakea.
3) Trakea atau batang tenggorok yang panjang, berbentuk pipa, dan disokong oleh cincin tulang rawan.
4) Sepasang
paru-paru berwarna merah muda yang terdapat dalam rongga dada. Bagian
ini meliputi bronkus kanan dan bronkus kiri yang merupakan cabang
bagian akhir dari trakea. Dalam bronkus pada pangkal trakea, terdapat
sirink (siring), yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan
berupa selaput yang dapat bergetar dan dapat menimbulkan suara.
e) Mamalia
Mamalia
bernapas menggunakan paru-paru. Gas O2 masuk ke dalam tubuh melalui
lubang hidung → faring → laring → trakea → bronkus → paru-paru.
Kemudian gas O2 dari paru-paru diangkut darah ke jantung. Dari jantung,
gas O2 diedarkan ke seluruh jaringan tubuh oleh darah. Dari jaringan
tubuh, gas CO2 diangkut menuju jantung → paruparu, dan keluar melalui
organ-organ yang sama pula.DOWNLOAD ARTIKEL DI ATAS
PDF or DOC
Catatan :
Beritahu
kami lewat email atau buku tamu kami jika anda mengalami masalah dalam
mengunduh File PDF atau Document di atas atau ada link download yang
rusak agar kami dapat memberikan solusi dan memperbaiki jika ada link
yang rusak atau expired. Terimakasih .....
Email : Biopedia@yahoo.com or Dhika.ubt@gmail.com
Saturday, June 9, 2012
PEMBELAHAN MEIOSIS
Mitosis dan meiosis merupakan bagian dari siklus sel dan hanya mencakup 510% dari siklus sel. Persentase waktu yang besar dalam siklus sel terjadi pada interfase. Interfase terdiri dari periode G1, S, dan G2. Pada periode G1 selain terjadi pembentukan senyawa-senyawa untuk replikasi DNA, juga terjadi replikasi organel sitoplasma sehingga sel tumbuh membesar, dan kemudian sel memasuki periode S yaitu fase terjadinya proses replikasi DNA. Setelah DNA bereplikasi, sel tumbuh (G2) mempersiapkan segala keperluan untuk pemisahan kromosom, dan selanjutnya diikuti oleh proses pembelahan inti (M) serta pembelahan sitoplasma (C). Selanjutnya sel hasil pembelahan memasuki pertumbuhan sel baru (G1).
PEMBELAHAN MITOSIS
MITOSIS DAN MEIOSIS (PRAKTIKUM)
MITOSIS
DAN MEIOSIS
Tujuan
: Mengamati tahapan yang terjadi dalam siklus sel organisme
eukariot
Pendahuluan
Mitosis
dan meiosis merupakan bagian dari siklus
sel dan hanya mencakup 5-10% dari siklus sel. Persentase
waktu yang besar dalam siklus sel terjadi pada interfase. Interfase
terdiri dari periode G1, S, dan G2. Pada periode G1 selain terjadi
pembentukan senyawa-senyawa untuk replikasi DNA, juga terjadi
replikasi organel sitoplasma sehingga sel tumbuh membesar, dan
kemudian sel memasuki periode S yaitu fase terjadinya proses
replikasi DNA. Setelah DNA bereplikasi, sel tumbuh (G2) mempersiapkan
segala keperluan untuk pemisahan kromosom, dan selanjutnya diikuti
oleh proses pembelahan inti (M) serta pembelahan sitoplasma (C).
Selanjutnya sel hasil pembelahan memasuki pertumbuhan sel baru (G1).
Thursday, June 7, 2012
SIKLUS MENSTRUASI
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari,
walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki
siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21
hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari,
kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7
hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.
Biasanya pada saat menstruasi wanita memakai pembalut untuk menampung darah yang keluar saat beraktivitas terutama saat tidur agar bokong
dan celana tidak basah dan tetap nyaman. Pembalut harus diganti minimal
dua kali sehari untuk mencegah agar tidak terjadi infeksi pada vagina atau gangguan-gangguan lainnya. Gunakanlah pembalut yang anti-bakteri dan mempunyai siklus udara yang lancar.
SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DAN HEWAN
Anak-anak, masih ingatkah kalian bahwa salah satu ciri makhluk hidup itu bernafas ?
Bernafas/ Proses Pernafasan/ RESPIRASI artinya : memasukkan/menghirup gas oksigen (O2) kemudian mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) dan uap air melalui paru-paru. Oksigen yang kita hirup ini digunakan tubuh untuk mengubah zat makanan menjadi tenaga.
Reaksi :
Karbohidrat + Oksigen (O2) energi + Air (H2O) + Karbondioksida (CO2)
GINJAL (Kidney)
- Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.
Tuesday, June 5, 2012
EKOLOGI LAUT
Ekologi laut merupakan ilmu yang mempelajari tentang Ekosistem air laut. Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang, dan padang lamun. Berikut penjelasan tentang ekologi laut.
1. Laut
Habitat air laut (oceanic) ditandai oleh salinitas yang tinggi dengan ion Cl- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termocline.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal.
1.
Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.
*
Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
*
Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter.
*
Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m
*
Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).
Gambar 1. Pembagian Ekosistem air laut berdasaarkan kedalamannya
2.
Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut :
*
Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.
*
Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200 1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
*
Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
*
Abisal pelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini.
*
Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman
lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.
Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.
Organisme-organisme yang hidup di laut antara satu pembagian daerah dengan daerah lain berbeda-beda. Berikut gambarannnya :
Gambar 2. Organisme yang terdapat di zona Pelagic laut : (a) Chaetoceros; (b) Biddulphia; (c) Nitzchia; (d) Gymnodinium; (e) Tallassiosira; (f) ceratium; (g) Coccolithophoorids; (h) Favella; (i) Globigerina; (j) Protocystis; (k) Clione; (l) Calanus; (m) Pelagia; (n) Tomopteris; (o) Saggita; (p) Euphausia; (q) Balaenoptera; (r) Physeter; (s) Apherusa; (t) Cylocsalpa.
Gambar 3. Ikan-ikan yang terdapat di kedalaman laut: (a) Argyropelecus; (b) Bthypterois; (c) Linophryne; (d) Lasiognatus; (e) Malacostus; (f) Edriolynchus; (g) Gigantactis; (h) Macropharynx
Gambar 4. Binatng bentik yang terdapat di laut dalam : (a) Eremicaster; (b) Ophiura; (c) Odostomia; (d) Diastylis; (e) Ischnomesus; (f) Storthyngura; (g) Neotanais.
Gambar 5. Organisme yang terdapat di zona neritik laut. (a) Ulva; (b) Ectocarpus; (c) Alaria; (d) Sargassum alga cokelat; (e) Rhodimenia; (f) Polyshiphonia; (g) Podon; (h) Phtisicia; (i) Thia larva; (j) Branacle nauplius; (k) Acartia; (l) Phyllosoma larva dari lobster; (m) Plathynereis; (n) Ostrea; (o) Snail Larva; (p) Larva Brittle Bintang; (q) Gadus; (r) Solea.
3. Ekosistem Pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Sebagai daerah perbatasan antara ekosistem laut dan ekosistem darat hempasan gelombang dan hembusan angin maka pasir dari pantai membentuk gundukan ke arah darat. Setelah gundukan pasir itu biasanya terdapat hutan yang dinamakan hutan pantai.
1. Laut
Habitat air laut (oceanic) ditandai oleh salinitas yang tinggi dengan ion Cl- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termocline.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal.
1.
Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.
*
Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
*
Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter.
*
Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m
*
Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).
Gambar 1. Pembagian Ekosistem air laut berdasaarkan kedalamannya
2.
Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut :
*
Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.
*
Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200 1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
*
Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
*
Abisal pelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini.
*
Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman
lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.
Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.
Organisme-organisme yang hidup di laut antara satu pembagian daerah dengan daerah lain berbeda-beda. Berikut gambarannnya :
Gambar 2. Organisme yang terdapat di zona Pelagic laut : (a) Chaetoceros; (b) Biddulphia; (c) Nitzchia; (d) Gymnodinium; (e) Tallassiosira; (f) ceratium; (g) Coccolithophoorids; (h) Favella; (i) Globigerina; (j) Protocystis; (k) Clione; (l) Calanus; (m) Pelagia; (n) Tomopteris; (o) Saggita; (p) Euphausia; (q) Balaenoptera; (r) Physeter; (s) Apherusa; (t) Cylocsalpa.
Gambar 3. Ikan-ikan yang terdapat di kedalaman laut: (a) Argyropelecus; (b) Bthypterois; (c) Linophryne; (d) Lasiognatus; (e) Malacostus; (f) Edriolynchus; (g) Gigantactis; (h) Macropharynx
Gambar 4. Binatng bentik yang terdapat di laut dalam : (a) Eremicaster; (b) Ophiura; (c) Odostomia; (d) Diastylis; (e) Ischnomesus; (f) Storthyngura; (g) Neotanais.
Gambar 5. Organisme yang terdapat di zona neritik laut. (a) Ulva; (b) Ectocarpus; (c) Alaria; (d) Sargassum alga cokelat; (e) Rhodimenia; (f) Polyshiphonia; (g) Podon; (h) Phtisicia; (i) Thia larva; (j) Branacle nauplius; (k) Acartia; (l) Phyllosoma larva dari lobster; (m) Plathynereis; (n) Ostrea; (o) Snail Larva; (p) Larva Brittle Bintang; (q) Gadus; (r) Solea.
3. Ekosistem Pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Sebagai daerah perbatasan antara ekosistem laut dan ekosistem darat hempasan gelombang dan hembusan angin maka pasir dari pantai membentuk gundukan ke arah darat. Setelah gundukan pasir itu biasanya terdapat hutan yang dinamakan hutan pantai.
Monday, June 4, 2012
MEMPERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2012
Tema Hari Lingkungan Hidup 2012. Tahun 2012 ini, peringatan Hari Lingkungan Hidup (World Environment Day) mengambil tema; “Green Economy: Does it include you?“.
Dalam pelaksanaannya di Indonesia, tema Hari Lingkungan Hidup global tahun 2012 ini diadaptasi dalam tema Hari Lingkungan Hidup (World Environment Day) tingkat nasional menjadi “Ekonomi Hijau: Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan”.
Tema ini menyoroti dua hal. Pertama ekonomi hijau adalah penting demi
mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Kedua, setiap orang baik
individu, pemerintah, swasta, maupun masyarakat sipil merupakan
komponen penting dalam mewujudkan ekonomi hijau. Tema ini pun erat
kaitannya dengan tahun 2012 yang ditetapkan oleh PBB sebagai Tahun Internasional Energi Terbarukan untuk Semua.
SUMBER :
- www.unep.org/wed
- www.menlh.go.id
HIMBAUAN KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP RI
Green Economy: Does it include you?
Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi:
Ekonomi Hijau: Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan
Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup
Republik Indonesia menghimbau kepada para Gubernur seluruh Indonesia
agar peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2012 dapat
diperingati di daerah masing-masing sesuai dengan tema, kondisi dan
kemampuan dana yang tersedia.Demikian kami sampaikan. Atas Perhatian Saudara Gubernur, kami ucapkan terima kasih.
Atas Nama:
Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup
Hermien Roosita.
Tembusan:
1. MENLH
2. Para Kepala BLH/Bapedalda Provinsi
SUMBER INFORMASI :
- (KLH) http://www.menlh.go.id/tema-peringatan-hari-lingkungan-hidup-2012-himbauan-untuk-pemerintah-daerah/
Saturday, June 2, 2012
Friday, May 4, 2012
BioInfo - www.identinsecta.cc.cc
BioInfo 2012 :
Visit : www.identinsecta.cc.cc
Bagi pengunjung yang hendak mengakses Identinsecta jika terdapat kendala atau ganggua saat mengakses situs di atas, silahkan beritahu kami melalui Buku tamu atau kotak komentar yang tersedia di www.biopedia.co.cc, keritik serta saran yang membangun dari anda akan segera kami respon secepatnya. Terimakasih.
Sabtu, 4 Mei 2012
Identinsecta member of Biopedia
Administrator Biopedia
Tuesday, April 24, 2012
Relung Ekologi (Ecological Niche)
Relung ekologi (ecological niche) adalah jumlah total semua
penggunaan sumberdaya biotik dan abiotik oleh organisme di
lingkungannya. Salah satu cara unuk menangkap konsep itu adalah melalui
analogi yang dibuat oleh ahli ekologi Eugene Odum :
Jika habitat suatu organisme adalah alamatnya, relung adalah
pekerjaannya. Dengan kata lain, relung suatu organisme adalah peranan
ekologisnya bagaimana ia “cocok dengan” suatu ekosistem. Relung suatu
populasi kadal pohon tropis, misalnya terdiri dari banyak variabel,
antara lain kisaran suhu yang dapat ia tolerir, ukuran pohon dimana ia
bertengger, waktu siang hari ketika ia aktif, serta ukuran dan jenis
serangga yang ia makan.
FAKTOR PEMBATAS DALAM EKOLOGI
keberhasilan
suatu organisme sangat bergantung pada lingkungannya. suatu keadaan
yang dapat mempengaruhi atau membatasi pertumbuhan suatu organisme
disebut faktor pembatas
Banyak
faktor alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan
pertumbuhan. Apabila faktor tersebut kebutuhannya tidak terpenuhi maka
tanaman tersebut bisa mengalami dormansi / dorman yaitu berhenti
melakukan aktifitas hidup. Faktor pengaruh tersebut yakni :
1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi
rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang,
reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi
tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad
selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut
dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti
FAKTOR-FAKTOR DALAM EKOLOGI
1. CAHAYA
Cahaya merupakan faktor
lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama bagi
ekosistem. Ada tiga aspek penting yang perlu dikaji dari faktor cahaya,
yang sangat erat kaitannya dengan sistem ekologi, yaitu:
· Kualitas cahaya atau komposisi panjang gelombang.
· Intensitas cahaya atau kandungan energi dari cahaya.
· Lama penyinaran, seperti panjang hari atau jumlah jam cahaya yang bersinar setiap hari.
1. Kualitas Cahaya
Secara fisika, radiasi
matahari merupakan gelombang- gelombang elektromagnetik dengan berbagai
panjang gelombang. Tidak semua gelombang- gelombang tadi dapat menembus
lapisan atas atmosfer untuk mencapai permukaan bumi. Umumnya kualitas
cahaya tidak memperlihatkan perbedaan yang mencolok antara satu tempat
dengan tempat lainnya, sehingga tidak selalu merupakan faktor ekologi
yang penting.
Umumnya tumbuhan teradaptasi untuk mengelola cahaya dengan panjang gelombang antara
0,39 – 7,6 mikron. Klorofil yang berwarna hijau mengasorpsi cahaya
merah dan biru, dengan demikian panjang gelombang itulah yang merupakan
bagian dari spectrum cahaya yang sangat bermanfaat bagi fotosintesis.
Pada
ekosistem daratan kualitas cahaya tidak mempunyai variasi yang berarti
untuk mempengaruhi fotosintesis. Pada ekosistem perairan, cahaya merah
dan biru diserap fitoplankton yang hidup di permukaan sehingga cahaya
hijau akal lewat atau dipenetrasikan ke lapisan lebih bawah dan sangat
sulit untuk diserap oleh fitoplankton.
Pengaruh
dari cahaya ultraviolet terhadap tumbuhan masih belum jelas. Yang jelas
cahaya ini dapat merusak atau membunuh bacteria dan mampu mempengaruhi
perkembangan tumbuhan (menjadi terhambat), contohnya yaitu bentuk-
bentuk daun yang roset, terhambatnya batang menjadi panjang
2. Intensitas cahaya
Intensitas cahaya atau
kandungan energi merupakan aspek cahaya terpenting sebagai faktor
lingkungan, karena berperan sebagai tenaga pengendali utama dari
ekosistem. Intensitas cahaya ini sangat bervariasi baik dalam ruang/
spasial maupun dalam waktu/temporal.
Intensitas cahaya
terbesar terjadi di daerah tropika, terutama daerah kering (zona arid),
sedikit cahaya yang direfleksikan oleh awan. Di daerah garis lintang
rendah, cahaya matahari menembus atmosfer dan membentuk sudut yang besar
dengan permukaan bumi. Sehingga lapisan atmosfer yang tembus berada
dalam ketebalan minimum.
Intensitas cahaya
menurun secara cepat dengan naiknya garis lintang. Pada garis lintang
yang tinggi matahari berada pada sudut yang rendah terhadap permukaan
bumi dan permukaan atmosfer, dengan demikian sinar menembus lapisan
atmosfer yang terpanjang ini akan mengakibatkan lebih banyak cahaya yang
direfleksikan dan dihamburkan oleh lapisan awan dan pencemar di
atmosfer.
EKOLOGI TUMBUHAN
1. Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang sudah ada sejak beratus tahun lalu, pencetusnya adalah Ernest Haekel seorang zoologist berkebangsaan Jerman, kata oekologie berasal dari kata Oikos yang artinya rumah.dan logos yang artinya ilmu sehingga secara harafiah dimaksudkan kajian mengenai mahkluk hidup di habitat atau dalam lingkungannya.
Pengkajian pada tingkat hirarkhi makluk hidup disamping memerlukan
dukungan dan bantuan dari ilmu lain juga perkembangan tekologi serta
alat, tidak terkecuali dengan ekologi tumbuhan yang sangat terkait
dengan perkembangan ilmu morphologi tumbuhan dan klasifikasi tumbuhalam
serta alat yang dipergunakan untuk kajian lebih dalam.
Pengkajian pada masing masing hirarkhi makluk hidup membahas mengenai
hubungan lingkungannya dengan makhluk hidup tersebut, baik secara
biotik dan aboiotik pada tingkatan hirarkhinya. Hubungan antara
lingkungan biotik dan abiotik dapat dilihat dalam bagan dibawah ini:
KOMPONEN BIOTIK
|
GEN
|
SEL
|
JARINGAN
|
ORGAN
|
ORGANISME
|
POP.
|
EKOSISTEM | |||
KOMPONEN ABIOTIK
|
|
|||||||||
| BIOSISTEM |
SISTEM
|
SISTEM
|
SISTEM
|
SISTEM
|
SISTEM
|
SISTEM
|
EKOSISTEM
|
|||
GENETIKA
|
SEL
|
JARINGAN
|
ORGAN
|
ORGANISME
|
POPULASI
|
|||||
Gambar 1; Hubungan antara lingkungan biotik dan abiotik (Sumber dari Odum,EP, 1996)
Masing masing hirarkhi makluk hidup mempunyai lingkungan sehingga
membentuk suatu biosistem yang khusus dimana masing masing hirarkhi
berbeda secara ekologis.
Ekologi tumbuhan adalah kajian pada tingkatan hirarkhi organisme dan
populasi, serta ekosistem yang ditempati, berkaitan dengan kondisi
tersebut maka kajian dimulai dari pengenalan tanaman, analisis
berdasarkan parameter ekologi yang digunakan, dimulai dari tingkatan
yang paling luas yang menutup permukaan bumi yang disebut sebagai vegetasi.



