HOT NEWS
BIOPEDIA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN *** SELAMAT DATANG UNTUK SELURUH PENGUNJUNG YANG TELAH MAMPIR DI BLOG INI. MOHON MAAF JIKA ADA KEKELIRUAN ATAU KESALAHAN DALAM PENULISAN.>>> "KAMUS ONLINE BIOLOGI CLICK DISINI" >>> KRITIK SARAN SERTA KOMENTAR DAPAT ANDA SAMPAIKAN LEWAT KOLOM KOMENTAR KAMI (NO SARA, NO POLITIK, DLL), TERIMAKASIH. .

TATA LETAK DAUN PADA BATANG (Phyllotaxis)

Bagian batang atau cabang tempat duduknya daun disebut buku-bukuB (ambusa sp), sedangkan bagian batang antara dua buku-buku disebut dengan ruas. Tata letak daun yaitu aturan letak daun-daun yang duduk pada batang tumbuhan. batang (nodus), bagian ini sering terlihat sebagai bagian batang yang sedikit membesar dan melingkar batang sebagai suatu cincin, contohnya pada bambu.
Untuk mengetahui bagaimana tata letak daun pada batang, maka harus ditentukan dahulu berapa jumlah daun pada satu buku-buku batang.


A. Tiap buku-buku hanya terdapat satu daun saja

Jika dalam tiap buku hanya ada satu daun saja dinamakan: Tersebar (Folia sparsa). Dalam tata letak daun ada suatu deretan rumus yang memperlihatkan sifat yang berkarakter yang oleh penemunya dinamakan Deret Fibonacci.
Rumus-rumusnya yaitu:
1. Rumus Daun atau Disvergensi: jika untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun pertama tadi mengelilingi batang a kali, dan jumlah daun yang dilewati selama itu adalah b, maka perbandingan kedua bilangan tadi akan merupakan pecahan a/b.
2. Ortostik: daun yang berada pada posisi vertikal pada daun yang tersusun secara spiral.
3. Spiral Genetik: tumbuhan yang hanya membentuk satu daun pada tiap nodus, membentuk primordia daun dalam pola tertentu sehingga susunan daun berbentuk heliks.
4. Sudut Divergensi: sudut yang terbentuk antara bidang tegak melalui sehelai daun dengan bidang tegak melalui helai daun berikutnya. Besarnya sudut divergensi antara daun yang berurutan tidak menghalangi jalannya sinar matahari bagi daun yang lain.
Pada tumbuhan dengan tata letak daun tersebar, kadang-kadang terlihat duduk daun rapat berjejal-jejal karena ruas-ruas batang sangat pendek, sehingga duduk daun pada batang tampak hampir sama tinggi, dan sangat sukar untuk menentukan urutan daun tua dan muda. Daun-daun yang mempuyai susunan demikian disebut: roset (rosula).
Roset ada 2 macam :
a. roset akar, yaitu jika batang sangat pendek, sehingga semua daun berjejal-jejal diatas tanah, misal pada lobak (Raphanus sativus L.) dan tapak liman (Elephantopus scaber L.).
b. roset batang, jika daun yang rapat berjejal-jejal itu terdapat pada ujung batang, misal pada pohon kelapa (Cocos nucifera L.) dan bermacam –macam palma lainnya.
Pada cabang-cabang yang mendatar atau serong keatas, daun-daun dengan tata letak ter-sebar dapat teratur sedemikian rupa pada suatu bidang datar, dan membentuk suatu pola seperti mosaik (pola karpet) yang disebut mosaik daun.

B. Pada tiap buku-buku batang terdapat dua daun
Pada setiap buku-buku terdapat 2 daun yang berhadapan. Pada buku-buku batang berikutnya biasanya kedua daunnya bersilang dengan dua daun yang dibawahnya tadi. Tata letak daun yang demikian ini dinamakan : berhadapan-bersilang (folia opposita atau folia decussata), misal pada mengkudu (Morinda citrifolia L.), soka (Ixora poludosa Kurz.), dll.

C. Pada tiap bulu-buku batang terdapat lebih dari dua daun
Tata letak daun yang demikian ini dinamakan : berkarang (Folia verticillata) contoh pada pohon pulai (Alstonia scholaris R.Br.), alamanda (Allamanda cathartica L.), oleander (Nerium oleander L.).

D. Spirostik dan Parastik

Spirostik terjadi karena pertumbuhan batang tidak lurus tetapi memutar. Akibatnya ortostiknya ikut memutar dan berubah menjadi spirostik, contohnya :
- Pacing (Costus speciosus Smith), mempunyai satu spirostik.
- Bupleurum falcatum, mempunyai dua spirostik.
- Pandan (Pandanus tectorius Sol.), memperlihatkan tiga spirostik.
Parastik yaitu urutan/barisan melengkung dari primordia yang sedang tumbuh. Contohnya pada tumbuhan yang letak daunnya cukup rapat: kelapa sawit (Elaeis guinensis), duduk daun seakan-akan menurut garis-garis spiral ke kiri atau kekanan. Tampaknya lalu ada dua spiral ke kiri dan kekanan.

Sumber dan Daftar Pustaka:

Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

http://www.pdfqueen.com

0 komentar:

Poskan Komentar

saran dan kritik rekan-rekan sekalian merupakan motifasi bagi kami untuk lebih baik dalam penyediaan referensi, maka dari itu di harapkan tinggalkan komentar anda untuk blog ini, Trimakasih.
ADMIN

Kotak Komentar